Penelitian dan Tujuan
Keseluruhan Kegiatan
Tujuan dari kerjasama antara
Universitas di Eropa dan di
Indonesia
dalam
penelitian bidang pertanian melingkupi empat kegiatan, yaitu sebagai
berikut:
Pertama Memperkenalkan pertukaran pengetahuan dan
pengalaman penelitian, melalui pengembangan modul pengajaran/bahan ajar
dan berkontribusi pada pengembangan pertanian dan
kegiatan holtikultur yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan difokuskan di kawasan Aceh, Indonesia, karena
sebahagian besar lahan pertaniannya tergenang air laut dan
terkontaminasi oleh lumpur dan limbah akibat bencana Tsunami.
Kedua adalah untuk
meremediasi tanah yang terkontaminasi dan membangun suatu sistem
produksi pertanian dan hortikultura yang berkelanjutan pada
kawasan ini.Lumpur dan limbah yang mencemari area pertanian di Aceh
mengandung bahan-bahan berbahaya sepe
rti logam berat dan hidrokarbon
polycyclic.
Ketiga untuk menghindari bahan berbahaya tersebut masuk kedalam rantai
makananyang akan merugikan kesehatan manusia
Keempat adalah untuk memperoleh informasi umum tentang perubahan
sifat-sifat tanah setelah Tsunami, mendapatkan strategi yang
paling baik untuk meremediasi tanah-tanah pertanian yang
terkontaminasi serta mengetahui lamanya waktu yang dibutuhkan untuk bahan-bahan
berbahaya terdekomposisi atau tercuci dari tanah. Informasi ini mungkin
juga bisa digunakan untuk kawasan lain yang tergenang.
Deskripsi singkat penelitian
Enam
peneliti muda yang berasal dari Universitas Syiah-Kuala dan Universitas
Tadulako dikirim keperguruan tinggi partner di Eropah untuk melanjutkan
pendidikan S3. Di institusi partner, mereka belajar teknik baru dan juga meneliti
beberapa topik yang mungkin nanti berguna untuk mengembangkan penelitian di
Universitas asal mereka ataupun mampu memperbaiki/ mengembangkan lahan
pertanian Indonesia terutama disekitar Banda Aceh.
Uraian singkat dibawah ini akan memudahkan kita
untuk dapat mengerti penelitian yang dilaksanakan oleh mereka masing-masing.
UNIVERSITY OF HOHENHEIM

Sdr. Yusran
Judul penelitian :
Membangun strategi manajemen tanaman dengan menggunakan beberapa strain
Pseudomonas fluorescens yang dapat meningkatkan keberadaan mikoriza
arbuskular pada tanaman tomat dengan spesifik fokus pada akuisisi nutrisi dan
patogen tular tanahnya.
Ringkasan:
Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyelidiki
efek dari Pseudomonas fluorescens pada
perkembangan mikoriza, akuisisi nutrisi dan selanjutnya tingkat hambatannya
terhadap penyakit layu yang disebabkan oleh fusarium oxysporum sp pada
tanaman tomat, ini sebagai sebuah contoh pengendalian secara biologi (biokontrol) terhadap keberadaan
patogen tular tanah yang
inovatif. Penelitian akan difokuskan pada beberapa strain komersial termasuk juga
strain yang diisolasi dari tanah tanah di Banda Aceh (Indonesia).
Sdr. Safrizal
Judul penelitian :
Interaksi antara
bakteri bintil akar yang meningkatkan
pertumbuhan tanaman (PGPR) dengan mikoriza arbuskular (AM) pada sistem tanam
sela (intercropping) kacang kedelai dan cabe dengan fokus spesifik nutrisi
tanamannya.
Ringkasan:
Kedelai
dan cabe merupakan tanaman sumber penghasilan penting di Indonesia. Tujuan penelitian ini
adalah menyelidiki efek dari inokulasi PGPR terpilih, AM dan strain rhizobium ,
terhadap interaksi akuisisi nutrisi, hasil panen dan kualitas dari kedelai dan
cabe yang ditanam dengan sistem sela pada berbagai stres kondisi (seperti
defisiensi hara, kekeringan dan serangan patogen). Selain percobaan yang dilaksanakan
dengan pot pada kondisi terkendali di Universitas Hohenheim (Jerman), juga akan
ada percobaan lapangan di Banda Aceh (Indonesia) terutama pada lahan
percobaan (DemPlot) projek ini.
UNIVERSITY OF
NATURAL RESOURCES AND APPLIED LIFE SCIENCES
Sdr. Syafruddin
Judul penelitian :
Mengunakan tanaman
dan pupuk untuk mendegradasi kontaminasi minyak mentah pada tanah
Ringkasan:
Kontaminan
organik adalah polutan yang umum ada dilingkungan. Fitoremediasi adalah sebuah
teknologi yang potensial untuk menurunkan kontaminasi secara in-situ dengan mengunakan tanaman yang berasosiasi
dengan mikroorgansime untuk menurunkan konsentrasi ataupun meminimalkan masalah
toksisitas pencemaran minyak hidrokarbon. Penelitian diperlukan untuk
menyelidiki efek tanaman dan pemupukan terhadap tingkat degradasi kontaminasi
minyak pada tanah. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (a) mampu
menghasilkan metoda yang efektif untuk mengukur P-labil (tingkat ketersediaan
untuk tanaman), (b) melakukan uji coba terhadap kemampuan tanaman rape (Brassica napus), sawi (Brassica juncea), kacang tanah (Arachis
hypogaea L.), kacang kedelai (Glycine max L. Merr.), dan lucerne (Medicago sativa) dalam
mendegradasi kontaminasi, (c) menyelidiki efek dari pemupukan terhadap tingkat
degradasi pencemaran minyak dan (d) menginvestigasi efek dari sistem tanam sela
(intercropping) dan juga peranan eksudat akar terhadap tingkat degradasi
kontaminasi minyak pada tanah.
Sri Wahidah Prahastuti
Judul Penelitian:Keberadaan
logam dalam sistem pertanaman fitoremediasi.
Ringkasan:
Kemampuan tanaman untuk mengakumulasi logam
berat telah menjadikan metode ini
sebagai suatu metode yang aman,
karena meremediasi kontaminan dapat dilakukan ”in-situ”, terutama untuk meremediasi kontaminasi tanah lapisan
atas. Untuk meningkatkan efisiensi metode fitoekstraksi ini, sangatlah penting
untuk mengetahui tingkat ketersediaan logam tersebut ditanah yang dapat diambil
tanaman tersebut. Metoda yang digunakan saat kini untuk mengukur tingkat ketersediaan
adalah metode standar/umum terutama dengan mengunakan larutan garam netral.
Prosedur standar ini kadang-kadaang mengukur total ketersediaan logam dalam
tanah lebih rendah dari nilai yang sebenarnya ditanah. Nilai ketersediaan logam
yang sesungguhnya dalam tanah sangat penting untuk menentukan proses pengisian
kembali setelah diserap tanaman (re-supply)
dan merupakan konsep fundamental yang harus dipahami dalam fitoekstraksi,
sedangkan teknik yang benar-benar sesuai belum ada. Hal ini menyebabkan sulit (1) untuk
mengevaluasi tanah yang cocok untuk digunakan fitoekstrasi berdasakan
ketersediaan fraksi logamnya, (2) untuk memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk
meremediasi tanah dengan mengunakan metode fitoekstraksi. Sehingga tujuan utama
penelitian ini adalah menghasilkan metode yang efektif untuk memprediksi
tingkat ketersediaan fraksi logam tanah.
HUMBOLDT UNIVERSITY OF BERLIN
Sdr. Wahyu
Harso
Judul penelitian :
Sistem
akar bermikoriza: kegiatan mencari (foraging)
dan interaksinya dengan bakteri tanah pada lingkungan tumbuh tanah yang
heterogen.
Ringkasan:
Tujuan
penelitian ini adalah menyelidiki tentang simbiosis endomikoriza. Jamur ini
dikenal dapat berkontribusi dalam menyerap nutrisi mineral pada tanah yang
ketersediaan nutrisinya terbatas dan juga dapat meniadakan efek toksisitas dari
unsur yang berbahaya di tanah. Walaupun demikian pengetahuan tentang bagaimana akar
tanaman, endomikoriza dan mikroorganisme tanah lainnya seperti bacteria
berinteraksi dalam mengeksploitasi ketersediaan hara yang heterogen didalam
tanah belum banyak dimengerti. Padahal pemahaman hubungan sinergi yang baik
antara akar tanaman dan mikroorganisme akar berguna secara khusus dapat berguna
untuk mengelola tanah pertanian, supaya serapan nutrisi meningkat ataupun
menurunkan serapan logam berat ataupun garam oleh tanaman.
Sdr. Syakur
Judul penelitian :
Peranan PGPR tertentu dari beberapa strain Enterobacter radicincitans dalam meningkatkan ketersediaan P tanah pada
tanah P-rendah yang mengandung jumlah dan sumber fosfat berbeda.
Ringkasan:
Fosfor bukan hanya
merupakan nutrisi yang esensial untuk pertumbuhan dan hasil panen tetapi juga
penting bagi mikroorganisme tanah. Namun kenyataan menunjukkan banyak tanaman
yang kekurangan P karena P-tersedia tanah sering kali sangat rendah walaupun
pada tanah yang dikatakan subur. Bakteri akar yang berguna, dikenal sebagai
PGPR, memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat anorganik didalam medium
kultur, namun pengetahuan tentang aplikasi bakteri ini dilapangan masih sangat
terbatas. Hingga saat kini, kemampuan memprediksi tingkat P-tersedia bagi
tanaman masih menjadi masalah karena ketidakpastian apakah pool yang dianalisa adalah berkolerasi baik dengan produksi
tanaman. Sehingga penelitian ini direncanakan untuk mampu berkontribusi pada
perbaikan pemahaman melalui cara mengukur efek dari bakteri pelarut fosfat dan
aplikasi pupuk P itu sendiri pada pertumbuhan dan serapan nutrisi oleh tanaman
pada tanah yang difisiensi P.